Renungan Cinta

Posted on June 6th, 2008 in Poem by Ofank_Q55

( sekedar berbagi gelora jiwa dari ruang hampa tanpa nyawa )

Sore ini kukirimkan sebuah sapaan rindu .
Sapa rindu jauh dari lubuk hati yang terdalam
Yang kubungkus dengan lafazh al-fatihah
Dan  didalamnya terbungkus surat ar rahman
Wujud terima kasih dan pengabdian untukNya
Karena Ia lah engkau bisa seperti ini .
KarenaNya engkau masih ada di sini
Bukan bunga yang ingin kuberi untukmu
Bukan sebuah jam tangan mahal
Apalagi setandan pisang
Tapi sebuah doa tulus hati . ya hanya sebuah doa
Untuk kebahagiaanmu, untuk kesuksesanmu
Dan sebuah kenangan akan diriku
Yang semoga akan terus ada dalam jengkal dinding fikiranmu
Meskipun hanya sehasta …di dunia maya

Sore ini
Ingin ku berbisik padamu
Seandainya masih ada sebongkah ruang untukku
Bisikan rindu tanpa jeda dan koma
Sebuah keterusterangan yang penuh resiko dan rasa
…tapi tetap bermotif kejujuran dalam kata

Kukorbankan sudah apa yang ingin kuraih
Dalam penantianku, dalam harapku, dalam kerinduanku
Dengan yakin kupilih jalanku tuk bersamamu
…dan abaikan sepundi emas dan karir yang terulur di depan mata
Menjemputku saat itu
Yang hanya kan menjadikanku boneka tanpa nyawa

Kini Biarlah ku temui mu walau itu hanya dalam khayal
Biarlah ku belai wajah lembutmu meski itu hanya dalam mimpi
Yang dalam mimpi pun …
Aku terhadang seekor ular besar tuk dapat menggandeng tanganmu

Apa aku harus mengulang cerita masa laluku .
Setelah beribu sanjungan mengantarku terbang…,
…kemudian jatuhkanku dalam jurang tanpa semak

Sama seperti mu,
kan kubawa kerinduanku untukmu… ya hanya untukmu
Hingga ku terbenam dalam tanah merah,
…yang entah kapan ku kan bersemayam di dalamnya…
Kubersihkan diri dan jiwaku…
… tuk tetap menyimpan sayang dan cintaku hanya untukmu
Tak kan kuberikan untuk bunga yang lain kecuali hanya padaNya .

Tahukah…,bahwa sepuluh malam kuhabiskan waktuku
Tuk mengukir namamu dengan tinta perak yang ku sepuh di dinding hatiku
….hingga seribu tahun kemudian…
Berubah wujud menjadi berlian yang berkilau dan sakral
Itulah sebuah tekad cinta yang semakin lama semakin indah
Sebuah perjuangan kesetiaan dalam pengabdian hidup dengan orang terkasih

Telinga ini tetap ada tuk mendengar kabarmu
Bibir ini tetap ada tuk berbagi cerita denganmu
Hati ini tetap ada tuk menunggu kedatangan hatimu
Hanya untukmu, akan kujaga, takkan kuberi pada yang lain
Hingga terbungkus diriku dalam kain kafan keabadian

Post a comment

kecoa